Sejarah Musik Klasik

Sejarah Musik Klasik

Sejarah Musik Klasik, musik kembali memang salah satu bagian dari hidup seseorang. Ada salah satu jenis musik yang bisa dibilang jarang sekali orang mengenalnya, yaitu musik klasik. Banyak pengertian yang salah mungkin tentang musik klasik dan berbagai pendapat juga di utarakan untuk mengenal sejarah musik klasik. Sebagian orang mendefinisikan musik klasik identik dengan orkestra dengan berbagai alat musik. Namun, dalam pengertiannya musik klasik adalah musik yang lahir dari budaya di Eropa sekitar tahun 1750 sampai 1825-an.

Sejarah Musik Klasik

Sejarah musik klasik biasanya dibagi dalam beberapa periode atau era tertentu. Walaupun memang musik klasik terbagi menjadi beberapa periode, para komposer musik klasik tidak pernah menggolong-golongkan jenis komposisi musik yang mereka bawakan.

Periode Abad Pertengahan

Sejarah musik klasik di abad ini, mula musik tradisional Eropa yang dimulai sejak berakhirnya kerajaan Romawi sekitar tahun 500-an. Musik yang cukup dominan di era ini sampai tahun 1100 disebut dengan nyanyian Monophonic atau disebut juga Plainsong atau nyanyian Gregorian. Kemudian nyanyian gregorian dikembangkan oleh Paus Agung Gregori yang menemukan Notasi Gregorian. Di masa hidupnya Paus Gregori menyalin ratusan lagu gereja ke dalam Notasi Gregorian tersebut.

Musik Organum

Sejarah musik klasik disini terjadi di tahun 1150 sampai 1400, pada awalnya orang menyanyi dengan nada yang sama, atau disebut dengan organum. Disini terjadi susunan lagu berjarak oktaf, nada tinggi dinyanyikan oleh wanita atau anak-anak, sedangkan nada rendah dinyanyikan oleh laki-laki.

Musik Diafoni

Sejarah musik klasik disini terjadi sekitar tahun 1400 sampai 1600, disini karena semua tidak dapat mengikuti suara tinggi atau rendah, maka diputuskan untuk membuat suara yang lebih kuat atau lebih rendah, mengikuti melodi kuart tinggi atau kuart rendah sehingga musik tersebut dinamakan Diafoni, yang berarti, Dia adalah dua dan Foni adalah suara.

Musik Ostinato

Sejarah musik klasik disini terjadi sekitar tahun 1600-an, disini ditemukan Basso Ostinato atau Bass yang bergerak dengan pola yang sama, berupa rangkaian nada-nada bergerak selangkah demi selangkah ke bawah ataupun ke atas, kemudian diulang pada rangkaian nada lain secara bersamaan.

Musik Polifoni era Barok

Sejarah musik klasik disini terjadi sekitar tahun 1600 sampai 1750-an. Di era ini suara yang mengikuti melodi mulai membosankan, maka di mulailah suara yang bergerak secara tidak sejajar, tetapi dengan arah berlawanan. Salah seorang komponis bernama Geovani Perluigi Palestrina menyusun sebuah teori mengenai musik melodi banyak atau polyfoni, sehingga setiap nada atau titik bergerak secara mandiri atau pun berlawanan, di sinilah lahir teori Kontrapung. Kemudian ada Johan Sebastian Bach yang merupakan salah satu musisi polyfoni dengan teknik Kontrapung yang sangat tinggi. Pada awalnya orang menyusun dengan teori Kontrapung terikat (Strict Counterpaint) namun kemudian mendapat kebebasan berdasarkan teori Kontrapung bebas (free Counterpaint).

Musik Homofon era Klasik

Sejarah musik klasik selanjutnya terjadi sekitar tahun 1750 sampai 1825. Di era ini ditemukan susunan Akord yang berdasarkan tri-suara (triad), sehingga berkembang empat suara atau lebih. Musik tersebut kemudian disebut dengan musik Homofoni, sehingga Kontrapung menjadi variasi melodi yang kontrapuntis.

Musik Klasik era Romantika

Sejarah musik klasik disini terjadi sekitar tahun 1820 sampai 1910. Di era ini hampir tidak ada perubahan dalam kontrapung dan harmoni secara fundamental. Namun, ada kemajuan dalam orkestrasi lengkap. Era romantika sendiri adalah era yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran masyarakat umum terutama pada musik opera, musik balet dan walsa wina.

Musik Klasik Modern

sejarah msuik klasik disini terjadi sekitar tahun 1910 sampai dengan sekarang. Musik modern dengan musik Atonal dan musik Politonal telah jauh dari pengemar musik yang menyenangi musik konvensional, karena suara yang disonan dan irama yang tidak teratur membutuhkan konsentrasi dalam mendengar.

Dalam proses pembelajaran musik klasik sering digunakan, itu karena musik klasik memang bersifat universal. Dan berbagai penelitian juga membuktikan bahwa musik klasik bermanfaat dan sangat baik untuk perkembangan otak manusia.

Sejarah Musik Klasik

Dan itulah tadi sedikit cerita tentang sejarah musik klasik. Semoga tulisan sejarah musi klasik ini dapat bermanfaat untuk semua pembacanya, dan terima kasih telah membaca tulisan sejarah musik klasik.

Reply