Sejarah Musik Betawi

Sejarah Musik Betawi

Sejarah Musik Betawi, penduduk Betawi dari awal memang sudah sangat heterogin. Kesenian di Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur, begitupun dengan seni musik dari betawi. Di dalam musik betawi kental dengan pengaruh barat, Tionghoa, Arab, Melayu, Sunda dan lain-lain.

Sejarah Musik Betawi

Di tanah betawi terdapat banyak jenis seni musik yang dapat kita jumpai, dan mempunyai sejarahnya masing-masing.

Sejarah Musik Betawi Gambang Kromong

Yang pertama adalah Gambang Kromong, sejarah musik betawi yang satu ini awalnya dipengaruhi oleh beberapa unsur dari musik cina, yaitu dengan digunakannya alat musik gesek berpa Kongahyan, Tehyan dan Skong. Sedangkan alat musik betawi sendiri yang digunakan dalam gambang kromong seperti gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang kempul dan juga gong. Awal mula terbentuknya musik gambang kromong tidak lepas dari seorang pimpinan golongan Cina yang bernama Nie Hu-kong. Dan biasanya permainan musik gambang kromong dikolaborasikan dengan tarian Cokek.

Sejarah Musik Betawi Tanjidor

Seni musik di betawi yang ke dua ada Tanjidor, sejarah musik betawi yang satu ini diduga berasal dari Portugis yang datang ke betawi di abad ke 14 sampai 16. Dalam bahasa portugis terdapat kata Tanger yang artinya memainkan alat musik, dan kemudian orang betawi mengucapkan kata Tanger tersebut dengan kata Tanjidor. Sejarawan asal Belanda yang bernama Dr. F. De Haan berpendapat musik tanjidor berasal dari orkes para budak pada masa kompeni. Para pejabat tinggi kompeni saat itu membangun villa-villa yang terletak di Cililitan Besar. Pondok Gede, Tanjung Timur, Ciseeng dan Cimanggis.

Di Villa tersebut terdapat budak-budak yang mempunyai keahlian dalam bidang memainkan alat musik seperti Klarinet, Piston, Trombon, Tenor, Bas Trompet, Bas Drum, Tambur, Simbal dan lain-lain.para budak tersebut memainkan musik untuk menghibur tuannya saat pesta atau jamuan makan. Disaat perbudakan dihapuskan di tahun 1860, para pemain musik yang semula memainkan musik sebagai budak, kemudian mereka membentuk perkumpulan musik yang dinamakan Tanjidor. Dan sampai sekarang Tanjidor masih dimainkan untuk memeriahkan pesta hajatan orang-orang betawi.

Sejarah Musik Betawi Keroncong Tugu

Seni musik betawi yang ke tiga ada Keroncong Tugu, sejarah musik betawi yang satu ini berawal sejak abad ke 18, seperti namanya keroncong tugu berawal dari warga tugu keturunan Mardjikers atau mantan tentara portugis yang dibebaskan dari tawanan belanda. Setelah mereka memluk agama Kristen, mereka ditempatkan di kampung tugu. Keroncong tugu biasanya dimainkan oleh warga saat berkumpul menikmati bulan purnama di tepian sungai Ciliwung. Keroncong tugu juga biasanya digunakan untuk mengiringi kebaktian di gereja. Alat-alat musik yang biasa digunakan untuk mengiringi keroncong tugu seperti biola, ukulele, banjo, gitar, rebana, kempul dan selo.

Sejarah Musik Betawi Orkes Gambus

Seni musik betawi yang ke empat ada Orkes Gambus, sejarah musik betawi yang satu ini tidak dapat dipisahkan dari unsur budaya timur tengah. Sejak dulu orkes gambus menjadi bagian dari kesenian musik betawi yang tumbuh subur dikalangan betawi keturunan Arab. Biasanya orkes gambus dimainkan untuk mengiringi para penari Zapin.
Seni musik betawi yang ke lima adalah Rebana, musik rebana adalah musik khas betawi yang bernafaskan Islam, dalam sejarah musik betawi, musik rebana dipengaruhi oleh budaya Timur Tengah. Dan sama seperti tanjidor biasanya musik rebana dimainkan untuk memeriahkan pesta atau arak-arakan pengantin. Beberapa jenis musik rebana seperti rebana ngarak, rebana ketimpring, rebana dor dan juga masih ada rebana lainnya.

Sejarah Musik Betawi Orkes Samrah

Seni musik betawi yang ke enam adalah Orkes Samrah, dalam sejarah musik betawi orkes samrah merupakan bentuk kesenian hasil akulturasi dengan bangsa melayu. Lagu-lagu yang biasanya dibawakan dalam orkes samrah adalah lagu-lagu betawi tempo doeloe seperti lagu Burung Putih, Pulo Angsa Dua dan lain-lain. Orkes samrah biasanya juga dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu khas betawi seperti Kicir-kicir, Jali-jali, Lenggang Kangkung dan lain-lain.

Sejarah Musik Betawi

Dan mungkin dalam sejarah musik betawi, seni musik yang berasal dari betawi masih banyak lagi apabila kita menggalinya lebih dalam lagi. Tapi, tidak hanya seni musik yang banyak dari daerah betawi, seni tari dan seni lainnya pun dapat kita jumpai di tanah betawi.

Itu dia tadi sob, sedikit cerita tentang sejarah musik betawi. Sebagai generasi muda yang cinta tanah air Indonesia, lebih baik kita juga mengenal sejarah kesenian tradisional dari banyaknya suku bangsa di Indonesia, termasuk kita juga harus mengenal sejarah musik betawi. Semoga tulisan sejarah musik betawi ini dapat bermanfaat untuk semua pembacanya, dan terima kasih telah membaca tulisan sejarah musik betawi.

Reply